Tirta Sukses Bisnis Cuci Sepatu, Pelanggan Datang dari Eropa dan Amerika Serikat

tirta

Jangan anggap remeh jasa mencuci sepatu. Jika ditekuni maka tidak hanya klien tak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Inilah yang dirasakan oleh Tirta Air Mandira Hudhi, pemilik usaha cuci sepatu “Shoes and Care”.

Pengguna jasa cuci sepatu ini tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

“Saya ini otodidak, melihat dari YouTube seperti apa sih mencuci sepatu yang baik itu,” ujar Tirta Air Mandira Hudhi (25) saat ditemui Kompas.com di gerai Shoes and Care, Jalan Cendrawasih, Demangan, Sleman, Selasa (31/5/2016).

Dari belajar otodidak itulah, Tirta akhirnya mendapatkan pengetahuan tentang tahap mencuci sepatu dengan standar premium Eropa. Standar itulah yang lantas diterapkannya di Shoes and Care.

“Ini yang saya terapkan, harga murah hanya Rp 30.000 untuk cuci sepatu, tetapi standarnya taraf Eropa. Ini bentuk memuaskan pelanggan,” ucapnya.

Ia mengaku, dengan standar tersebut dan promosi via mediaonline, dirinya memperoleh tawaran dari penyedia jasa dari Perancis bernama Shapire. Tirta dianggap menjadi satu-satunya jasa cuci sepatu otodidak yang memiliki standar Perancis.

“Kami dapat achievement dari Shapire Paris. Kami juga diberi pelatihan gratis mengenai standar cuci sepatu dari Shapire Perancis itu,” sebutnya.

Seusai mendapat achievement dan pelatihan itu, Shoes and Care semakin dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Buktinya, saat ini pelanggannya datang dari Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

“Ada warga Amsterdam, Australia, Hongkong, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Untuk mencuci sepatu, mereka ke Shoes and Care,” bebernya.

Biasanya, lanjut dia, konsumen dari luar negeri mengirimkan tiga sampai lima sepatu dengan cara menggunakan jasa paket pengiriman. Dari segi biaya, lebih mahal ongkos kirimnya daripada ongkos cuci sepatunya. Namun, dari segi ongkos keseluruhan, jauh lebih murah dibandingkan jasa cuci sepatu di negara bersangkutan.

Tirta menyebut, biaya pengiriman bisa mencapai 50 euro, sedangkan biaya mencuci di Shoes and Care sebesar 10 euro.

“Mereka bilang harga cuci sepatu di negaranya itu mahal, bisa 200 euro. Jadi, dengan standar yang sama, mereka memilih mengirimkan ke sini,” kata Tirta.

Tak hanya itu, Tirta juga mendapat undangan mewakili Indonesia untuk hadir pada acara asosiasi dan komunitas sepatu se-Asia Pasifik.

Ke depan, pria kelahiran Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, ini bercita-cita akan menambah gerai Shoes and Care di beberapa kota di Indonesia. Selain itu, ia juga mulai mengembangkan ke jasa cuci topi serta tas.

Kiprah Tirta berawal dari membuka jasa cuci sepatu di emperan rumah kos. Saat ini, dia memiliki 19 gerai di beberapa kota di Indonesia, termasuk di Singapura. Bahkan, karena gerai cuci sepatu yang diberinya nama Shoes and Care ini, Tirta mendapat penghargaan dari Google.

(kompas)

Leave a Comment