INSPIRASI: Pasutri Pembuat Bros Songket Beromzet Puluhan Juta Rupiah

inspirasi-bisnis-pasutri

Pasangan suami istri, Joni Ali Murtopo dan Ika Mufidah, warga jalan Samarinda, plaju, Palembang kini sedang menikmati manisnya bisnis aksesoris wanita, yakni bros songket. Siapa sangka, bros nan cantik ini menggunakan kain sisa songket yang disulap menjadi kreasi bernilai emas dan daya seni tinggi. Bahkan sang suami, ali murtopo nekad meninggalkan pekerjaannya sebagai manager restoran hotel.

Selain sebagai gerai, lokasi ini dijadikan juga sebagai tempat produksi. Usaha rumahan ini dirintis sejak lima tahun lalu oleh pasutri tersebut. Usaha ini awalnya melihat peluang pasar yang begitu besar, di mana sang istri yang iseng menjual bros dan aksesoris wanita lainnya ternyata menghasilkan pundi uang yang lumayan.

Joni pun melakukan berbagai eksperimen terkait bahan dan bentuk bros agar terlihat cantik, setelah mengalami sejumlah kegagalan akhirnya ia mencoba menggunakan songket yang menjadi kain khas Palembang. Kreasinya ini pun ternyata mendapat tempat di kalangan para ibu-ibu bahkan para remaja hijaber. Agar lebih fokus menjalani usaha rumahan ini, ia pun nekat berhenti sebagai manager restoran disebuah hotel.

“Awalnya usaha ini saya rintis coba-coba karena bros ini butuh keahlian khusus. lalu saya belajar dari youtube belajar sama temen dan saudara hasilnya pertama kurang puas namun akhirnya kita hasilkan produk yang berbeda seperti bros songket. songket kan ciri khas Palembang,” ujar Joni.

Keberaniannya mengambil risiko dan dukungan sang istri, berbuah manis sebab produknya laku di pasaran. Selain Palembang, ia pun berhasil menembus pasar di Jambi, Lampung, Padang, Makassar, Jakarta bahkan ke Malaysia. Tak heran omzetnya mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Prosesnya memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian/ mulai dari membuat pola, melipat songket, merapikan dengan cara dibakar, merangkai hingga ke penyelesaian akhir. Untuk mempercepat pola, pasutri ini pun saling bahu membahu berbagi peran. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk satu bros songket.

Kreasi unik pasutri ini membuat salah satu pelanggan Heni Pangesti ketagihan mengunjungi gerai pasutri ini. Selain unik, karyanya ini bernuansa etnik nan cantik. “Apalagi harganya yang cukup terjangkau antara 20 ribu hingga 30 ribu untuk satu bros songket,” ujar Heni.

sumber: okezone.com

Leave a Comment