INSPIRASI: Lukisan Wayang Unik Diburu Para Kolektor

Perajin wayang, Mertowirejo (77) menyunging (melukis) wayang kertas sintesis dengan cat minyak di Gondegan, Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (12/1). Wayang tersebut dipasarkan ke Solo, Kalimantan dan Sumatera serta banyak dipesan oleh turis mancanegara dengan harga antara Rp40.000 - Rp65.000 per lembar, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan. ANTARA FOTO/Maulana Surya/ama/16.

YOGYAKARTA – Seorang pelukis biasanya memiliki gaya dan aliran yang dipilih sesuai dengan kata hati sang pelukis. Di Bantul, Yogyakarta ada seorang pelukis yang memiliki aliran dan gaya unik dalam setiap karya lukisnya. Pelukis ini terkenal dengan lukisan karakter wajah wayang kulit namun memiliki tubuh manusia.

Petrus Agus Herjoko, sosok seniman lukis yang memiliki aliran dan selera unik dalam menciptakan karya lukis di atas kanvas. Sebetulnya Herjoko adalah seorang seniman penggemar wayang purwo dan seniman lukis wayang. Namun begitu kuatnya jiwa seni yang ada sehingga mampu menciptakan karya lukis di atas kanvas meskipun wajah dan karakter wayang masih mendominasi karya karyanya.

Sehari-hari Herjoko adalah karyawan di Rumah Budaya Tembi di Kawasan Sewon Bantul. Setiap hari Rabu, Herjoko bertugas melakukan demo melukis di rumah budaya yang tak pernah sepi dari aktivitas para seniman. Selain itu, Herjoko juga seorang penulis di majalah online Tembi dan pengajar kursus mocopat dan MC Jawa.

Keunikan yang dimiliki dalam karya lukis Herjoko adalah wajah dari setiap karya lukisnya selalu berasal dari toko dan karakter wayang yang menjadi kesukaannya. Walaupun wajah dalam lukisan berupa karakter wayang, namun bentuk tubuh adalah bentuk tubuh manusia biasa. Satu lagi yang menjadi ciri lukisannya adalah bentuk kaki dalam lukisannya adalah merupakan bentuk kaki seorang tokoh dalam wayang kulit.

Pengurus Rumah Budaya Tembi Totok Barata mengatakan, sengaja menugaskan Herjoko untuk memberikan demo melukis di Rumah Budaya Tembi setiap hari Rabu, karena karya lukis Herjoko dinilai memiliki keunikan tersendiri dan selalu mengangkat tokoh dalam wayang kulit dalam karya lukisannya.

“Ya, karyanya unik karena temanya itu selalu wayang kulit,” kata Totok.

Karya lukis Herjoko selalu sarat dengan filosofi seperti dalam lukisan berjudul ‘Sukacita mendekati senja’ yang melukiskan siluet empat tokoh Punokawan di antara cahaya senja hari. Karya ini mengajak kita orang yang umurnya sudah mendekati usia senja untuk selalu menjalani kehidupan dengan sukacita dan tidak menyerah pada usia tua, sehingga dalam usia senja pun masih bisa berkarya bagi sesama.

Satu lagi adalah karya lukis berjudul pasrah bongkokan dengan lukisan tiga tokoh wayang yang sedang membawa kayu. Lukisan ini mengajak kita untuk pasrah bongkokan atau menyerahkan diri tanpa syarat kepada tuhan sang maha pencipta.

Karya lukisan Herjoko saat ini sebagian sudah berada di tangan kolektor lukisan. Sedangkan sebagian lagi sedang dipersiapkan untuk pameran tunggal.

(okezone.com)

Leave a Comment