INSPIRASI : Kelopak Bunga dari Limbah Kulit Buah Mahoni

Capture

TANJUNG BALAI – Seorang pria muda di Kota Tanjung Balai, mampu menyulap limbah kulit mahoni menjadi nilai jual yang tinggi dengan dijadikan setangkai bunga dengan kelopak yang indah. Hasil kerajinan tangan ini sekarang mulai dijual dan dikenalkan di setiap ajang pameran serta beberapa galeri.

Kelopak bunga yang indah yang dibuat dari bahan dasar buah mahoni ini dikenal dengan nama latinnya swietenia macrophylla king. Keindahan diperindah dengan berbagai tambahan ornamen yang semuanya berasal dari limbah seperti daun dari kulit jagung, serta bambu sebagai tangkai.

Bahan yang digunakan diperlukan anda perlu menyiapkan buah mahoni, kulit jagung sebagai daun, cat, pernis, lem power, serta bambu sebagai tangkai.

Seorang pria muda bernama Ahmad Taufik di Kota Tanjung Balai, mampu menginspirasi warga sekitar dengan membuka kelompok kerja untuk membuat suatu karya kerajinan tangan unik berupa setangkai bunga dengan kelopak bunga yang berasal dari bahan limbah kulit buah mahoni.

Untuk mendapatkan hasil yang indah, ukuran kulit mahoni disesuaikan dengan kelopak lainnya. Kemudian kulit mahoni dilubangi bagian ujungnya dengan ujung mata pisau agar tidak pecah, karena kulitnya yang keras.

Usai dilubangi kulit mahoni, selanjutnya kulit mahoni disusun rapi menyerupai kelopak bunga dengan bambu sebagi tangkainya. Kemudian, kelopak yang terbentuk dilakukan pengeleman dengan menggunakan lem power agar terlihat rapi.

Sedangkan untuk membentuk daunnya, Anda cat terlebih dahulu kulit jagung menggunakan cat hijau, selanjutnya dilem bagian batang bunga agar menyerupai daun asli. Proses terakhir, kelopak bunga disemprotkan cleaner atau pernis agar warna lebih terang dan indah.

Menurut Ahmad Taufik, pengrajin kulit mahoni, ide membuat kerajinan ini timbul saat kulit mahoni yang tercecer dianggap tidak berguna. Kemudian dirinya mencoba merangkainya menjadi kelopak bunga.

“Saya berharap bagi masyarakat yang tidak bekerja dapat membuat karya kerajinan ini karena selain bahan yang mudah didapat juga bernilai jual tinggi,” kata dia.

Tidak hanya itu, nilai jualnya cukup menjanjikan karena harga per tangkainya berkisar Rp6.000. Pemasarannya baru dijual dan diperkenalkan di berbagai pameran serta galeri yang ada di Kabupaten Asahan serta Tanjung Balai.

sumber: okezone.com

Leave a Comment