Biaya Kuliah Tinggi, Kopertis Tak Ikut Campur

Biaya Kuliah TInggi

Mahalnya biaya pendidikan di institusi perguruan tinggi swasta saat ini, dinilai menjadi lahan bisnis bagi pengelola dan penyelenggaranya.

 

Namun begitu, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) tidak memiliki wewenang untuk turut campur dalam penentuan besar pembiayaan tersebut. Hal ini dikarenakan telah berlakunya otonomi kampus sejak 2001 lalu.

“Kalau kami dari kopertis, dengan adanya otonomi kampus, kami tidak ikut campur. Apalagi terkait dengan masalah pembiayaan,” ujar Sekertaris Pelaksana Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Dr Hawignyo saat dihubungi Rakyatku.com, Rabu (10/5/2016).

Ia mengatakan, besaran pembiayaan tersebut merupakan wewenang penuh dari pengelola dan penyelenggara kampus. Sehingga masyarakat yang harus memilih dengan cermat dalam memilih perguruan tinggi, dengan menyesuaikan harga dan kualitas kampus.

“Kemudian masyarakat kan tinggal pilih. Kan banyak pilihan. Uang saya segini kualitasnya begini. Ibaratnya kalau terlalu mahal kemudian kurang mahasiswanya kan mereka juga yang rugi,” jelasnya.

Selain pembiayaan bagi mahasiswa, biaya bagi honor dosen dan lain sebagainya Kopertis tidak bisa ikut campur.

“Kalau kami, tidak bisa. Bahkan biaya untuk bayar dosen saja kami tidak bisa ikut campur,” tambahnya.

Sedang pembiayaan bagi Perguruan Tinggi Negeri telah dibicarakan bersama antara pihak PTN dan Kementrian Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi (Kemenristek Dikti).

“Kalau negeri memang dibicarakan bersama. Makanya ada UKT. Itupun masing-masing PT berbeda besarannya, dengan menggunakan standar terendah dan tertinggi,” jelasnya.

(rakyatku.com)

Leave a Comment